Selamat Ulang Tahun… Aduh..!

January 27th, 2009

Istri saya ulang tahun hari ini..
Dan saya sedang sakit pinggang..! :|

Ponsel Cina.. Oh, Ponsel Cina..

January 19th, 2009

Ya.. Ya.. Ya.. Tentunya kita semua tahu kalau sekarang makin banyak saja produsen ponsel (telepon selular) pabrikan Cina. Contohnya produk – produk ponsel bermerek Hi tech, K-touch, Beyond, VirtuV, dan lain sebagainya. :)

Jika dilihat dari segi harga memang menggiurkan; jauh lebih murah dari pabrikan lain yang sekarang menguasai pasar besar seperti Nokia, Sony-Ericsson, Motorola, dan lain sebagainya. :)

Untuk saya yang kesehariannya membawa dua ponsel GSM yang berbeda, selain harga, yang paling menggoda sebenarnya fitur double-GSM yang memungkinkan kita mengaktifkan dua kartu GSM bersamaan dalam satu ponsel. Prinsipnya, lebih mudah membawa satu buah ponsel dibanding dua buah ponsel. Benar khan?

Ponsel Cina double-GSM yang pertama kali saya coba adalah K-touch D702.
Dalam segi sinyal dan fitur terhitung baik. Sayangnya, kualitas mouthpiece/microphone-nya sangat jelek untuk diterima pendengaran normal. Akibatnya pembicaraan melalui telepon cenderung tidak bisa terkomunikasikan dengan baik karena lawan bicara tidak dapat mendengar apa yang saya bicarakan. Dengan kata lain, berikut tanggapan yang sering saya terima dari lawan bicara:

A: “Hah? Apaan…? Suara lo kecil banget!”
B: “Heh? Apa…?!”
C: “Ngga kedengeran bro.. Kerasan dikit ngomongnya..”
D: “Suara lo ngga jelas.. Jauh banget…”
E: “Yaelah.. Jangan bisik – bisik kenapa sich…!”

Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya cukup mudah. Saya tinggal berbicara dengan volume keras alias berteriak setiap kali bertelepon. Tapi karena hal tersebut membuat saya tampak bodoh dan acap kali mendapat teguran dari orang sekitar, saya memutuskan untuk mengganti dan mencoba ponsel lainnya. :(|)

Oh ya, awalnya saya mengira ponsel K-touch D702 saya saja yang bermasalah. Tetapi setelah membaca beberapa testimonial di dunia maya, saya jadi tahu bahwa beberapa rekan pun bernasib sama. :|

Ponsel Cina kedua yang saya coba adalah Hitech M12. Fitur double-GSM, ponsel musik, dan harga dibawah satu juta rupiah membuat saya tergiur untuk memiliki ponsel ini sebagai pengganti K-touch D702. B-)

Pertama kali dicoba, output suara yang dikeluarkan oleh earpiece/handset speaker sedikit cempreng tapi masih bisa diterima. Berbekal pengalaman dengan ponsel sebelumnya, pemeriksaan mouthpiece pun tidak terlewatkan oleh saya. Hasilnya, baik.

Saya mendapati masalah pada ponsel ini beberapa bulan setelahnya. Kali ini, bukan hanya lawan bicara saya saja yang ber-hah-heh-hoh ria saat bercakap – cakap lewat telepon, tetapi saya pun begitu. Tampaknya performa earpiece dan mouthpiece-nya berkurang.

Beberapa waktu lalu, saya sempat membaca sebuah artikel di sebuah majalah yang mengulas tentang ponsel – ponsel cina ini. Salah satu tips didalamnya menganjurkan kita untuk lebih cermat dan teliti dalam membelinya. Hal yang susah, menurut saya. Membuka kemasan ponsel dan mencobanya berarti sudah pasti membeli bukan? Dan mengandalkan after-sales service pun tidak terlalu efektif karena menghabiskan waktu saja.

Akhirnya.. Dibanding repot berkomunikasi, saya memutuskan lebih baik untuk kembali repot membawa – bawa dua ponsel saja. :)

Siapa Bilang Jadi Klien Enak?

December 18th, 2008

Semenjak pertama kali lulus kuliah sampai tahun 2006 akhir, saya selalu bekerja di perusahaan kontraktor. Natur pekerjaannya, kurang lebih menyediakan jasa pekerjaan yang memenuhi ekspektasi klien.

“Sekarang kerja dimana..?”, tanya seorang teman lama.
“Di perusahaan bla bla bla..”, ujar saya.
“Wah, enak ya… Sekarang jadi klien dong..?”, ucapnya bertanya lagi.
“Eerrrr… Emang jadi klien sich..”, balas saya.

Siapa bilang jadi klien enak?
Menurut saya, selain tidur (dan meniduri Istri) yang enak adalah sop buntut dan gulai otak.

Jika enaknya menjadi klien diasumsikan sebagai pekerjaan yang lebih sedikit karena hanya menyuruh – nyuruh kontraktor, (lagi – lagi) menurut saya, pola pikir seperti itu harus diubah sedikit. Apa mau kita menyuruh orang mengerjakan sesuatu, tapi tanpa tau proses pengerjaan dan hasilnya seperti apa? Jika mau, tentunya kita akan selalu menjadi orang bodoh dan akan selalu dibodoh – bodohi orang lain. Oleh sebab itu, harus selalu ada proses assurance walau se-simpel apapun untuk memastikan hasil pekerjaan tersebut adalah baik.

Beberapa waktu lalu, saya harus me-review hasil kerja kontraktor yang dituangkan dalam dua buah dokumen setebal 80an halaman dan 120an halaman. Pekerjaan yang melelahkan, membosankan, dan membuat emosi! Melelahkan karena harus membaca berkali – kali untuk mengerti pola pikir orang lain. Membosankan karena harus berkali – kali menemukan kesalahan yang sama. Membuat emosi saat kita menemukan bahwa si kontraktor hanya asal – asalan dan tidak bersungguh – sungguh dalam mengerjakan sesuatu.

Belum menyebut masalah – masalah yang timbul saat kita harus menahan diri dan bersabar sedikit saat menghadapi kontraktor yang sok tau.

Oh ya, satu lagi. Kenapa ya, banyak sekali yang suka main melalui jalur belakang? Bukan.. Bukan.. Saya bukan membicarakan soal penetrasi melalui anal atau semacamnya. Yang saya bicarakan adalah cara – cara yang ditempuh secara tidak jujur. Baik soal sogok – menyogok, iming – iming entertainment, dan lain sebagainya.

Aaaaarrrgh…!

Kecil.. Tapi Mengasyikkan..

December 4th, 2008

Bagi saya, sibuk bukan hanya untuk para pekerja kantor yang sedang menghadapi pekerjaan bertumpuk dan jadwal rapat yang hampir memakan satu hari penuh. Tapi juga untuk para muda – mudi yang sedang kelimpungan dengan mengurus pindahan rumah. Atau, berlaku juga bagi Ibu – Ibu yang sibuk mengurus anak pertama, tanpa asisten untuk membantu – bantu.

Saking sibuknya, sehingga tidak sempat sama sekali untuk berlibur dan melepas penat sejenak?
Jangan patah semangat dulu. ;)
Saya akan berbagi sedikit tips mengenai hal – hal kecil apa saja yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan waktu yang sangat – sangat terbatas. Harapannya, hal – hal kecil tersebut dapat membuat situasi yang mengasyikkan untuk kita.

Hal kecil tapi mengasyikkan yang pertama adalah menonton televisi. Standar sekali! Memang..! :D
Langganan saja TV satelit atau kabel. Dengan saluran yang bahkan mencapai ratusan, kita jadi lebih banyak pilihan tontonan. Dulu, waktu saya masih muda, tontonan favorit adalah saluran musik India. Bagaimana dengan anda?
Apa yang asyik dari TV satelit atau kabel? Tidak lain dan tidak bukan adalah salurannya yang banyak… dan tidak semuanya bagus… :D
Jadi, dengan sibuk memindah – mindahkan saluran mencari apa yang ingin kita tonton, pikiran kita yang sedang penat jadi teralihkan.. Asyik bukan?!

Hal kecil tapi mengasyikkan yang kedua adalah mengupil (dalam bahasa inggris disebut nose picking, artinya… memungut hidung. hmmm, bahasa inggris memang aneh ya). Dengan mengupil, anda akan senantiasa larut dalam keasyikan tiada tara. Bayangkan! Anda akan dihadapkan dengan tantangan untuk mengambil sebuah benda kecil lengket yang menempel di dinding gua yang sangat terjal. Bahkan untuk mencapainya, anda harus melewati hutan kecil yang ditumbuhi oleh puluhan bahkan ratusan bulu hidung. Outbound saja belum tentu seseru ini. Asyik bukan…?!

Yang ketiga adalah hal kecil yang paling mengasyikkan, yaitu memakan cemilan ubi – ubian. Ubi – ubian ini, jika dicerna akan mengeluarkan gas metan yang tentu saja akan menghasilkan kentut. Memang, kentut saja tidak asyik. Tapi, bayangkan jika kita mengatur metode pengeluaran kentut ini sehingga mengeluarkan bunyi yang menyerupai Do Re Mi Fa So La Ti Do…
Dengan pengembangan lebih lanjut, anda bahkan dapat berimprovisasi sampai mendendangkan lagunya Red Jumpsuit Apparatus. (Oh ya, saya sedang suka mendengarkan lagunya mereka yang judulnya Face Down)

Baiklah.. Saya tau kalau anda tentunya tidak bodoh untuk kemudian menyadari bahwa tips – tips diatas adalah tidak berguna. :P

Mengandalkan Orang Lain…

November 19th, 2008

Jaman sekarang, makin susah saja mengandalkan orang lain.

Mengandalkan orang lain untuk catering harian, malah dapat makanan tidak enak sampai makanan basi.
Mengandalkan orang lain sebagai kontraktor interior, malah dapat waktu penyelesaian yang molor sampai berbulan – bulan.

Dalam situasi kita membayar saja, sulit untuk mendapatkan pelayanan yang profesional. Apalagi jika hanya gratis alias minta pertolongan.

Apa semuanya harus dikerjakan sendiri?

Penghargaan dan Hukuman

November 19th, 2008

Lucu juga rasanya melihat judul posting kali ini.
Penghargaan dan hukuman.. :P
Sebenarnya maksud saya adalah Reward and Punishment.

Apa maksudnya dengan reward and punishment?
Dalam konteks kali ini, yang saya maksud dengan reward adalah penghargaan yang diberikan kepada seseorang karena dia telah berhasil melakukan sesuatu dengan sangat baik atau melebihi ekspektasi. Sedangkan punishment adalah suatu hukuman yang diberikan karena seseorang telah melanggar sesuatu atau tidak berhasil melakukan sesuatu dengan baik.

Menurut saya, dalam dunia pekerjaan hal ini sangat penting. Hal yang sangat simpel, tapi sayangnya sering terlupakan dan dampaknya cukup besar. Sejauh ini, saya sering mendengar keluhan tipikal dari rekan kerja.

“Gue udah kerja mati – matian, eh.. cuma gitu doang tanggepannya.. gimana kek.. tengkyu kek..”

“Kebayang aja bro.. Si Fulan yang nyante – nyante aja, achieve juga ngga, dateng telat mulu, sampe sekarang juga kontraknya diperpanjang terus..”

“Attitude-nya jelek kaya’ gitu masih dipertahanin aja.. Heran gue..”

Dengan adanya penghargaan, seseorang akan terus termotivasi untuk mempertahankan performanya dalam bekerja. Begitu juga dengan adanya hukuman (yang didahului dengan peringatan atau teguran), seseorang akan merasa tertampar dan kemudian tersadar untuk kembali bekerja dengan baik.

Punya pengalaman spesifik mengenai reward and punishment? Mari berbagi disini.
Punya banyak keluhan mengenai reward and punishment? Segera sampaikan pada supervisor anda agar beliau cepat – cepat memperbaiki hal tersebut. Dan jika tanggapannya tidak baik.. Mungkin sudah saatnya melihat kiri – kanan sebagai perbandingan. Selanjutnya, terserah anda… :P

Tanyai Aku Lagi..

November 17th, 2008

Masih terkait dengan posting sebelumnya, mengenai basa – basi. Lagi – lagi saya punya pengalaman lucu dengan satu orang yang (menurut saya) tipe marketing sekali. Kenapa marketing?

Teman – teman sekalian tentunya sering bertemu dengan para pekerja bidang pemasaran alias marketing. Orang – orang yang bekerja di bidang ini, memang dituntut agar seramah mungkin terutama dengan klien. Mungkin, karena dituntut untuk ramah itu lah sering kali basa – basi percakapannya terkesan protokoler dan berulang – ulang. Tidak menutup kemungkinan mereka bertanya hal yang sama, seperti yang saya alami idbawah ini.

Suatu hari di pagi yang cerah.

Pak A: “Pak Ro tinggal dimana?”
Saya: “Di Cibubur, Pak..”
Pak A: “Wah.. Enak dong.. Berapa lama perjalanan?”
Saya: “Dari rumah ke kantor kira – kira 30 menit lah..”
Pak A: (sambil mengangguk – anggukkan kepala) “Tapi katanya macet ya..”
Saya: “Begitulah… Hehe..”

Keesokan harinya, masih di pagi yang cerah.

Pak A: “Pak Ro tinggal dimana?”
Saya: “Hah..?” (Sambil bingung karena pertanyaannya sama dengan kemarin) “Di Cibubur, Pak..”
Pak A: “Wah.. Enak dong.. Berapa lama perjalanan?”
Saya: (Astaga…) “Dari rumah ke kantor kira – kira 30 menit lah..” (Sambil tertunduk lesu..)
Pak A: (sambil mengangguk – anggukkan kepala) “Tapi katanya macet ya..”
Saya: “Hehe..”

Dua hari setelahnya, lagi – lagi pagi hari yang cerah.

Tidak terjadi apa – apa.
Karena saya memilih pintu masuk yang lain.

Anak Pertama..

October 24th, 2008

Tanggal 27 September 2008 yang lalu, merupakan pengalaman yang benar – benar hebat untuk saya. Bagaimana tidak, keluarga kecil saya yang biasanya hanya diisi oleh saya dan istri, kini kedatangan anggota baru. Anak pertama saya lahir! :))

Si kecil mungil yang lahir dengan berat 3250gr dan panjang 49cm ini akhirnya keluar juga dari perut istri saya setelah 8 jam berkontraksi. Menurut pengalaman beberapa teman, 8 jam termasuk cepat untuk anak pertama. Waduh.. Tidak terbayang rasanya.

Saat jalan lahir terbuka 8cm, saya sendiri sudah tidak tega melihat istri menahan sakit.
Kasihan dia.. Saya hanya bisa diam agar air mata yang sudah membendung ini tidak tumpah. :(

Jalan lahirnya terbuka lengkap tepat pukul 06.00 WIB. Alhamdulillah, pukul 07.00 WIB si kecil keluar juga. Hidungnya mirip hidung saya! Hihihi..

Kami memutuskan untuk menamainya Latisha Aurelia Aziz.
Artinya, langsung tanya saja dengan istri saya. :D

Latisha Aurelia Aziz

Bersama thread ini, saya sekaligus ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan teman – teman semua atas perhatiannya. Jangan lupa, biar lebih afdol, mampir ke rumah untuk mengunjungi si kecil yah…

Akhirnya..

October 21st, 2008

Akhirnya, bisa posting juga ke blog ini.
Sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin saya bagi dengan teman – teman semua terkait pengalaman beberapa waktu kemarin. Tetapi karena ada sedikit masalah di hosting yang lama (mulai dari tidak bisa login ke blog, DNS yang hidup-segan-mati-tak-mau, mail server yang error, kulit yang panuan, ambeien, dan lain sebagainya) cerita – cerita tersebut terpaksa tertahan sampai sekarang.

Jadi, akhir kata, beri selamat untuk saya karena berhasil memindahkan hosting sekaligus meng-upgrade versi wordpress 1.6 yang sebelumnya saya gunakan ke versi 2.6.2. (Dimana proses upgrade-nya sangat mudah sekali dan membuat saya terkaget – kaget).

Oh ya, tidak lupa, ucapan terima kasih untuk Toni atas bantuan informasi dan pengetahuannya sehingga membuat proses pemindahan hosting dan upgrade wordpress-nya menjadi berhasil.

Bumbuku, Rasa Bawang..

September 24th, 2008

Ada yang bilang kalau demonstrasi itu adalah bumbu dari demokrasi.
Layaknya merica pada kue bolu..
Sama halnya juga seperti lalat pada seonggok tai..
Eh.. sepertinya ada pengandaian yang salah.. :-/
(Tapi, siapa peduli..)

Begitu juga seperti basa – basi pada kehidupan sosial kita.
Basa – basi itu seperti bumbu.
Jika bumbunya tepat, maka masakan akan menjadi enak. Sebaliknya, jika bumbu tersebut kurang atau berlebih, masakan akan menjadi tidak enak.
Orang yang pandai berbasa – basi akan lebih cepat mengakrabkan diri dengan lingkungan sosialnya. Otomatis, hubungan baik pun akan lebih cepat terjalin.

Saya sendiri bukan orang yang pandai berbasa – basi. Oleh sebab itu, orang – orang yang baru mengenal saya, biasanya langsung beranggapan:

“Gile, nih orang perutnya buncit banget…”

Eh, salah… Maksud saya anggapannya seperti ini:

“Buset.. Sengak banget sich..!”

Mau bagaimana lagi.. Karena khawatir lawan bicara tidak merasa nyaman dengan cara basa – basinya saya yang tidak terlalu pintar, lebih baik saya memilih diam alias tidak terlalu banyak berbicara. Setidaknya untuk mencegah terjadinya situasi – situasi sedikit basi seperti yang saya alami dibawah ini.

Saat itu hari minggu, dimana kebanyakan keluarga di Jakarta akan menghabiskan waktunya di luar rumah, baik berbelanja atau berekreasi. Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Dengan pakaian super-kasual, saya dan Istri melangkahkan kaki dari rumah menuju mobil. Pada saat membuka pintu mobil, seorang yang sangat ramah berbasa – basi sambil bertanya:

“Jalan – jalan sama Istri ya…?”

:|

“Oh, ngga sich.. Ini.. Saya cuma mau berak di dalam mobil sambil ditonton Istri..”

Hari lainnya, di suatu sore.
Dengan bercelana pendek dan kaos oblong butut, saya pun siap mencuci mobil yang sudah lumayan kotor. Selang air sudah tersedia. Saat air pertama menyemprot badan mobil, lagi – lagi seorang yang sangat ramah berbasa – basi sambil bertanya:

“Nyuci mobil…?”

Astaga… :|
Selang air… Sedang menyemprot badan mobil.. :|

“Ngga.. Cuma hobby megangin selang doang..”

Atau di kesempatan lain. Saya berjalan sambil membawa plastik berisi sampah yang memang jelas sekali terlihat berisi sampah. Dimana saya pun berjalan menuju tempat sampah yang bentuknya benar – benar seperti tempat sampah. Memang lingkungan kita sangatlah ramah sehingga ada yang berbasa – basi sambil bertanya:

“Ngebuang sampah…?”

Duh…
Lagi – lagi…
Toloooooooooooooong….!! :((