Archive for December, 2008

Siapa Bilang Jadi Klien Enak?

Thursday, December 18th, 2008

Semenjak pertama kali lulus kuliah sampai tahun 2006 akhir, saya selalu bekerja di perusahaan kontraktor. Natur pekerjaannya, kurang lebih menyediakan jasa pekerjaan yang memenuhi ekspektasi klien.

“Sekarang kerja dimana..?”, tanya seorang teman lama.
“Di perusahaan bla bla bla..”, ujar saya.
“Wah, enak ya… Sekarang jadi klien dong..?”, ucapnya bertanya lagi.
“Eerrrr… Emang jadi klien sich..”, balas saya.

Siapa bilang jadi klien enak?
Menurut saya, selain tidur (dan meniduri Istri) yang enak adalah sop buntut dan gulai otak.

Jika enaknya menjadi klien diasumsikan sebagai pekerjaan yang lebih sedikit karena hanya menyuruh – nyuruh kontraktor, (lagi – lagi) menurut saya, pola pikir seperti itu harus diubah sedikit. Apa mau kita menyuruh orang mengerjakan sesuatu, tapi tanpa tau proses pengerjaan dan hasilnya seperti apa? Jika mau, tentunya kita akan selalu menjadi orang bodoh dan akan selalu dibodoh – bodohi orang lain. Oleh sebab itu, harus selalu ada proses assurance walau se-simpel apapun untuk memastikan hasil pekerjaan tersebut adalah baik.

Beberapa waktu lalu, saya harus me-review hasil kerja kontraktor yang dituangkan dalam dua buah dokumen setebal 80an halaman dan 120an halaman. Pekerjaan yang melelahkan, membosankan, dan membuat emosi! Melelahkan karena harus membaca berkali – kali untuk mengerti pola pikir orang lain. Membosankan karena harus berkali – kali menemukan kesalahan yang sama. Membuat emosi saat kita menemukan bahwa si kontraktor hanya asal – asalan dan tidak bersungguh – sungguh dalam mengerjakan sesuatu.

Belum menyebut masalah – masalah yang timbul saat kita harus menahan diri dan bersabar sedikit saat menghadapi kontraktor yang sok tau.

Oh ya, satu lagi. Kenapa ya, banyak sekali yang suka main melalui jalur belakang? Bukan.. Bukan.. Saya bukan membicarakan soal penetrasi melalui anal atau semacamnya. Yang saya bicarakan adalah cara – cara yang ditempuh secara tidak jujur. Baik soal sogok – menyogok, iming – iming entertainment, dan lain sebagainya.

Aaaaarrrgh…!

Kecil.. Tapi Mengasyikkan..

Thursday, December 4th, 2008

Bagi saya, sibuk bukan hanya untuk para pekerja kantor yang sedang menghadapi pekerjaan bertumpuk dan jadwal rapat yang hampir memakan satu hari penuh. Tapi juga untuk para muda – mudi yang sedang kelimpungan dengan mengurus pindahan rumah. Atau, berlaku juga bagi Ibu – Ibu yang sibuk mengurus anak pertama, tanpa asisten untuk membantu – bantu.

Saking sibuknya, sehingga tidak sempat sama sekali untuk berlibur dan melepas penat sejenak?
Jangan patah semangat dulu. ;)
Saya akan berbagi sedikit tips mengenai hal – hal kecil apa saja yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan waktu yang sangat – sangat terbatas. Harapannya, hal – hal kecil tersebut dapat membuat situasi yang mengasyikkan untuk kita.

Hal kecil tapi mengasyikkan yang pertama adalah menonton televisi. Standar sekali! Memang..! :D
Langganan saja TV satelit atau kabel. Dengan saluran yang bahkan mencapai ratusan, kita jadi lebih banyak pilihan tontonan. Dulu, waktu saya masih muda, tontonan favorit adalah saluran musik India. Bagaimana dengan anda?
Apa yang asyik dari TV satelit atau kabel? Tidak lain dan tidak bukan adalah salurannya yang banyak… dan tidak semuanya bagus… :D
Jadi, dengan sibuk memindah – mindahkan saluran mencari apa yang ingin kita tonton, pikiran kita yang sedang penat jadi teralihkan.. Asyik bukan?!

Hal kecil tapi mengasyikkan yang kedua adalah mengupil (dalam bahasa inggris disebut nose picking, artinya… memungut hidung. hmmm, bahasa inggris memang aneh ya). Dengan mengupil, anda akan senantiasa larut dalam keasyikan tiada tara. Bayangkan! Anda akan dihadapkan dengan tantangan untuk mengambil sebuah benda kecil lengket yang menempel di dinding gua yang sangat terjal. Bahkan untuk mencapainya, anda harus melewati hutan kecil yang ditumbuhi oleh puluhan bahkan ratusan bulu hidung. Outbound saja belum tentu seseru ini. Asyik bukan…?!

Yang ketiga adalah hal kecil yang paling mengasyikkan, yaitu memakan cemilan ubi – ubian. Ubi – ubian ini, jika dicerna akan mengeluarkan gas metan yang tentu saja akan menghasilkan kentut. Memang, kentut saja tidak asyik. Tapi, bayangkan jika kita mengatur metode pengeluaran kentut ini sehingga mengeluarkan bunyi yang menyerupai Do Re Mi Fa So La Ti Do…
Dengan pengembangan lebih lanjut, anda bahkan dapat berimprovisasi sampai mendendangkan lagunya Red Jumpsuit Apparatus. (Oh ya, saya sedang suka mendengarkan lagunya mereka yang judulnya Face Down)

Baiklah.. Saya tau kalau anda tentunya tidak bodoh untuk kemudian menyadari bahwa tips – tips diatas adalah tidak berguna. :P