Archive for November, 2008

Mengandalkan Orang Lain…

Wednesday, November 19th, 2008

Jaman sekarang, makin susah saja mengandalkan orang lain.

Mengandalkan orang lain untuk catering harian, malah dapat makanan tidak enak sampai makanan basi.
Mengandalkan orang lain sebagai kontraktor interior, malah dapat waktu penyelesaian yang molor sampai berbulan – bulan.

Dalam situasi kita membayar saja, sulit untuk mendapatkan pelayanan yang profesional. Apalagi jika hanya gratis alias minta pertolongan.

Apa semuanya harus dikerjakan sendiri?

Penghargaan dan Hukuman

Wednesday, November 19th, 2008

Lucu juga rasanya melihat judul posting kali ini.
Penghargaan dan hukuman.. :P
Sebenarnya maksud saya adalah Reward and Punishment.

Apa maksudnya dengan reward and punishment?
Dalam konteks kali ini, yang saya maksud dengan reward adalah penghargaan yang diberikan kepada seseorang karena dia telah berhasil melakukan sesuatu dengan sangat baik atau melebihi ekspektasi. Sedangkan punishment adalah suatu hukuman yang diberikan karena seseorang telah melanggar sesuatu atau tidak berhasil melakukan sesuatu dengan baik.

Menurut saya, dalam dunia pekerjaan hal ini sangat penting. Hal yang sangat simpel, tapi sayangnya sering terlupakan dan dampaknya cukup besar. Sejauh ini, saya sering mendengar keluhan tipikal dari rekan kerja.

“Gue udah kerja mati – matian, eh.. cuma gitu doang tanggepannya.. gimana kek.. tengkyu kek..”

“Kebayang aja bro.. Si Fulan yang nyante – nyante aja, achieve juga ngga, dateng telat mulu, sampe sekarang juga kontraknya diperpanjang terus..”

“Attitude-nya jelek kaya’ gitu masih dipertahanin aja.. Heran gue..”

Dengan adanya penghargaan, seseorang akan terus termotivasi untuk mempertahankan performanya dalam bekerja. Begitu juga dengan adanya hukuman (yang didahului dengan peringatan atau teguran), seseorang akan merasa tertampar dan kemudian tersadar untuk kembali bekerja dengan baik.

Punya pengalaman spesifik mengenai reward and punishment? Mari berbagi disini.
Punya banyak keluhan mengenai reward and punishment? Segera sampaikan pada supervisor anda agar beliau cepat – cepat memperbaiki hal tersebut. Dan jika tanggapannya tidak baik.. Mungkin sudah saatnya melihat kiri – kanan sebagai perbandingan. Selanjutnya, terserah anda… :P

Tanyai Aku Lagi..

Monday, November 17th, 2008

Masih terkait dengan posting sebelumnya, mengenai basa – basi. Lagi – lagi saya punya pengalaman lucu dengan satu orang yang (menurut saya) tipe marketing sekali. Kenapa marketing?

Teman – teman sekalian tentunya sering bertemu dengan para pekerja bidang pemasaran alias marketing. Orang – orang yang bekerja di bidang ini, memang dituntut agar seramah mungkin terutama dengan klien. Mungkin, karena dituntut untuk ramah itu lah sering kali basa – basi percakapannya terkesan protokoler dan berulang – ulang. Tidak menutup kemungkinan mereka bertanya hal yang sama, seperti yang saya alami idbawah ini.

Suatu hari di pagi yang cerah.

Pak A: “Pak Ro tinggal dimana?”
Saya: “Di Cibubur, Pak..”
Pak A: “Wah.. Enak dong.. Berapa lama perjalanan?”
Saya: “Dari rumah ke kantor kira – kira 30 menit lah..”
Pak A: (sambil mengangguk – anggukkan kepala) “Tapi katanya macet ya..”
Saya: “Begitulah… Hehe..”

Keesokan harinya, masih di pagi yang cerah.

Pak A: “Pak Ro tinggal dimana?”
Saya: “Hah..?” (Sambil bingung karena pertanyaannya sama dengan kemarin) “Di Cibubur, Pak..”
Pak A: “Wah.. Enak dong.. Berapa lama perjalanan?”
Saya: (Astaga…) “Dari rumah ke kantor kira – kira 30 menit lah..” (Sambil tertunduk lesu..)
Pak A: (sambil mengangguk – anggukkan kepala) “Tapi katanya macet ya..”
Saya: “Hehe..”

Dua hari setelahnya, lagi – lagi pagi hari yang cerah.

Tidak terjadi apa – apa.
Karena saya memilih pintu masuk yang lain.