Lebaran dan Kolesterol
Thursday, October 25th, 2007Walaupun telat sekali, pertama – tama Saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin.
Dan lagi – lagi, walaupun telat sekali.. Saya rasa tidak ada ruginya menceritakan pengalaman pulang kampung saat lebaran kemarin (13-14 Oktober 2007).
Ayoo.. Tanya dong bagaimana pengalaman Saya saat lebaran kemarin.. Biar Saya semangat untuk cerita.. ![]()
Pengunjung Blog : “Cerita dong pengalaman lebaran kemarin…” *sambil malas – malasan dan dengan nada datar*
Huh.. Tidak bersemangat..
*sedikit ngambek*
Pengunjung Blog : “Eh.. Pengalaman lebaran kemarin gimana..?” *pura – pura tertarik*
Hiks.. Masih pura – pura tertarik..
*jadi sedih..*
Pengunjung Blog : “Set dah.. Udah telat, ceritanya lama pula..! Buruan..!!” *siap – siap nimpuk*
Hiks.. Baiklah..
Seperti perantau – perantau lainnnya, hari raya Idul Fitri juga merupakan ajang pulang kampung bagi Saya dan Istri.
Tahun ini, yang kebagian jatah adalah Orangtua Saya. Alias mertuanya Istri Saya. Alias Orangtua dari saudara iparnya Istri Saya. Dan Alias – alias lain yang terlalu panjang dan akan menghabiskan limitasi bandwidth dari blog ini.
Setiap pulang kampung, Ibu tercinta selalu mendapat request masakan dari anaknya yang berat badannya sudah mencapai 106kg ini.
“Ma.. Ntar kalo kami pulang, jangan lupa masakin gulai tunjang, gulai otak, dan selada padang..”, ujar Saya dengan semangatnya. *Nyam!*
Ket: gulai tunjang adalah gulai kaki sapi. Informasi lebih lanjut bisa di klik disini.
Masakan – masakan khas Padang memang cocok sekali di lidah Saya.
Hari pertama di rumah, gulai tunjang pun Saya serbu dengan brutal. Cacing – cacing perut langsung bersorak – sorai gembira. Dua potong tunjang dengan ukuran jumbo berhasil Saya santap satu kali. Nyam!
Sore hari, setelah bangun tidur siang, pundak Saya terasa pegal – pegal dan sakit.
Awalnya, Saya mengkambing hitamkan spring bed dan bantal yang ada di kamar.
Pegal – pegal ini terasa sampai beberapa hari. Aneh juga. Soalnya jika pegal – seperti itu, pijatan dari istri biasanya sangat manjur.
Setelah komplain soal spring bed dan konsultasi dengan Ibu Saya yang kebetulan seorang dokter, ternyata Saya punya masalah kolesterol.
Astaga. Benar juga. Setelah Saya kurangi makan makanan tersebut, pegal – pegalnya berangsur – angsur hilang.
Sebelumnya tidak pernah lho..! Baru kali ini.
Mungkin ada hubungannya dengan kegemukan Saya. Sekedar informasi, setelah menikah, berat badan Saya naik drastis 22 kg.
Tampaknya Saya harus mulai membiasakan diri untuk berolahraga.
Get Firefox!
Get Thunderbird!
no-www
WordPress