Archive for June, 2007

Bukan Hanya Sekedar…

Wednesday, June 27th, 2007

“Ngerokok mulu lo, Yo..”

Ujar seorang junior Saya di kuliahan dulu plus rekan kerja yang beda divisi dan sibuk mondar – mandir. Dari raut muka dan senyumnya, Saya bisa tau kalau dia sedang berpikir, “Kok si Rio ngga kerja..” atau “Load kerjaan si Rio enteng nih..”

Menanggapi sapaan seperti itu, Saya hanya bisa senyum manis dan menggerutu dalam hati, “Pfff.. Dasar newbie..!”

Tidak tau kah dia bahwa banyak tipe pekerjaan di dunia ini?
Tipe pekerjaan Saya yang merangkumkan suatu sistem tentu saja hanya perlu duduk dan berpikir, bukan hanya sekedar merokok dan tidak melakukan apa – apa. Mana bisa disamakan dengan tipe pekerjaan dia yang mondar – mandir nyolokin kabel, troubleshoot komputer dan pekerjaan IT Helpdesk lainnya..

Ini dia masalahnya..!
Berpikir pendek dan langsung men-judge sesuatu..
Hhhhhh… *menghela nafas panjang.. panjaaaaaang sekali..*

Kurang 500 Rupiah.

Friday, June 8th, 2007

Ah, beberapa hari yang lalu Saya sangat merasa bersalah. Secara tidak sengaja, tarif tol yang Saya bayar, kurang dari tarif tol yang seharusnya.

Tarif tol dari Lenteng Agung ke Pasar Rebo seharusnya Rp. 2.500,-
Karena sedang asyik ngobrol dengan Istri tercinta (akan di protes lagi oleh si Jeng Tika), Saya hanya membayar Rp. 2.000,-

Kurang Rp. 500,- saudara – saudara..!!!
Dan sayangnya, Saya tersadar setelah masuk tol Jagorawi.

Keinginan untuk memutar balik dan kembali ke pintu tol Pasar Rebo ditentang keras oleh Istri, “Lima ratus doang gitu lohhh..! Ngapain sich..?!”

Saya sampai tidak bisa tidur..
Memikirkan nasib penjaga tol yang mencari – cari lima ratus rupiah ditengah hujan dan gelap malam karena setorannya ke Jasa Raharja, eh.. Jasa Marga kurang lima ratus rupiah.. hiks..

Besoknya, Saya berhenti di loket yang sama dengan hari itu.
Saya : “Kemarin Saya kurang lima ratus, Pak. Kelupaan.” (Alasan yang bodoh)
Penjaga Tol : “Kurangnya dimana? Loket ini?”
Saya : “Iya, disini.”
Penjaga Tol : “Oh, biarin aja Pak. Yang jaga sudah beda orang soalnya.”
Saya : “Ngga pa pa nih?”
Penjaga Tol : “Iya, ngga pa pa.”

Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana yah mekanisme penyetoran uang tol?
Berdasarkan apa?
Apakah berdasarkan tiket tanda bukti tarif? Padahal sering kali kita tidak mengambil tiket tersebut.
Bagaimana Jika penyetoran kurang dari jumlah yang harus disetor?

Hmmm… :-/