Archive for May, 2007

Sardencis Ceria

Wednesday, May 30th, 2007

Sardencis.. Sardines.. atau sarden..
Ntah lah..
Yang Saya maksud adalah ikan sarden atau makarel kalengan.

Bila langsung dihangatkan dan dimakan, mungkin rasanya biasa.
Tapi bila ditambahkan bumbu – bumbu dan lain sebagainya, rasanya lumayan juga.

Sardencis
Gambar diambil dari : http://flickr.com/

Caranya gampang. Siapkan:

  • Satu kaleng Sarden
  • dua siung bawang putih
  • setengah siung bawang bombay
  • dua buah cabe merah
  • garam secukupnya
  • gula secukupnya; dan
  • satu sendok makan margarine

Bawang putih yang telah disiapkan dicincang halus. Kemudian, bawang bombay dan cabe merah diiris tipis – tipis. Lalu, panaskan satu sendok makan margarine sampai mencair, dan tumislah bawang putih, bawang bombay, dan cabe tersebut sampai harum.

Tuangkan saus dari kaleng sarden beserta gula dan garam kedalam tumisan, aduk sampai rata. Silahkan dicicip. Bila rasanya sudah pas, campurkan ikan (dari kaleng) ke dalam saus yang kita cicip tadi. Aduk perlahan agar daging ikan tidak hancur.

Setelah masak, sajikan Sarden di sebuah piring cantik.
Antarkan ke tetangga – tetangga sebelah rumah.
Pulang ke rumah, duduk di depan TV, dan bercandalah dengan ceria bersama Sang Istri.

Sekian resep Sardencis Ceria.

Tak Sampai Jadi Pembalap

Tuesday, May 29th, 2007

Cita – cita kita saat kecil terkadang memang berbeda dengan kenyataan.

Contohnya Saya.

Dulu Saya bercita – cita ingin menjadi manajer hotel. Tapi sekarang malah berkutat di bidang Teknologi Informasi. Begitu juga dengan para pengemudi truk pengangkut barang milik Alfamart. Asumsi Saya, dulunya mereka bercita – cita menjadi pembalap dan mengidolakan Amanda Nikola, eh.. Ananda Mikola maksud Saya..

Alfamart
Gambar diambil dari : http://www.bundamulia.ac.id/

Sudah beberapa hari ini, saat berangkat dan pulang kantor, Saya berpapasan dengan truk – truk yang super ngebut tersebut. Sangat mengganggu sekali, karena tidak hanya ngebut, truk – truk ini pun memotong mobil lain dengan jarak yang sangat dekat. Pindah jalur seenaknya. Nyetir sambil ngupil pula…! (yang sambil ngupil hanya karangan Saya.. :D )

Semoga Alfamart memiliki divisi transportasi yang bisa mengevaluasi hal ini.

Sudahlah..
Intinya, tolong mengemudi lah dengan baik sebelum semuanya terlambat.
Bisa khan? :)

Parameter Saya Dalam Memilih Rumah

Wednesday, May 23rd, 2007

Berkaitan dengan thread sebelumnya, kali ini Saya akan membagi beberapa parameter untuk pemilihan rumah beserta lokasinya.

Semoga dapat membantu.

Jika membeli mobil, 1 atau 2 tahun kita tidak suka atau bosan bisa dijual dan diganti yang baru. Tapi, bagi Saya, membeli rumah tidak bisa diperlakukan seperti membeli mobil. Mengingat keterbatasan dana, tentu saja pertimbangan yang benar – benar matang memang diperlukan.

Untuk membantu pertimbangan tersebut, ada beberapa parameter yang membantu Saya.

  1. Lokasi Kerja
  2. Bekerja adalah aktivitas rutin. Di Jakarta khususnya, bagi Saya lokasi tempat kerja adalah faktor utama dalam memilih rumah. Saya tidak mau setiap hari dan seterusnyanya dalam hidup Saya menghabiskan waktu yang terlalu banyak di jalan. Bayangkan saja misalnya kita bekerja di daerah Cikarang, tetapi bertempat tinggal di BSD (Bumi Serpong Damai). Ntah berapa lama waktu dan tenaga yang terkuras hanya untuk pergi dan pulang kantor.

    Bagaimana jika setelah membeli rumah, lalu tempat kerja kita pindah atau kita pindah instansi? Hmmm.. Mari harap – harap saja tidak sampai begitu.. :D

  3. Harga
  4. Budget terbatas? Sudah biasa. Jika tidak punya dana segar, ajukan saja Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Yang penting, sesuaikan harga rumah dengan pendapatan kita. Ingat saja dengan peraturan simpel bahwa maksimal pinjaman sebesar 1/3 X pendapatan per-bulan. Dari perhitungan tersebut, bisa diambil harga rumah maksimal yang bisa kita beli.

    Misalnya :
    Ingin kredit selama 10 tahun
    Pendapatan per-bulan adalah Rp. 6 juta
    Jumlah maksimum pinjaman adalah 1/3 X Rp. 6 juta = Rp. 2 juta
    Dana cair yang dimiliki sekarang dan bisa dimanfaatkan untuk DP rumah = Rp. 35 juta

    Jadi, total harga rumah yang mampu dibeli adalah rumah seharga Rp. 275 juta.

    Kenapa se-simpel itu?
    Apakah bunga dan lain sebagainya tidak diperhitungkan?
    Tentu saja diperhitungkan. Tapi, pendapatan kita dari tahun ke tahun cenderung naik. Jika sekarang membayar 2,5 juta rupiah terasa berat, tidak demikian rasanya setelah 2 atau 3 tahun kemudian.

  5. Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
  6. Parameter ini tidak kalah pentingnya. Alangkah asyiknya jika bertempat tinggal di perumahan yang asri, sejuk, aman, dan lain sebagainya. Saya sendiri memilih perumahan yang bersifat Cluster karena faktor 1 pintu akses keluar-masuk membuat lingkungan lebih aman. Selain itu, memilih rumah untuk perkembangan pola pikir anak nantinya harus dipertimbangkan. Saya tidak mau anak Saya nantinya bergaul dengan lingkungan yang penuh dengan narkoba atau bergaul dengan sekelompok anak – anak yang ingusnya meleleran, berak sembarangan, dan main petak umpet di kandang ayam penuh tai.

    Tentu saja, itu kembali ke diri masing – masing. Tinggal tanya saja ke dalam hati, “Saya nyaman ngga yah kalau tinggal di lingkungan ini?” Kalau tidak, cari lingkungan yang lain. Kalau cocok, lanjutkan lah..

  7. Spesifikasi Teknis Bangunan Rumah
  8. Pondasi, struktur tanah, dan lain sebagainya. Harus dipertimbangkan juga. Contohnya, rangka atap. Sekarang banyak rumah yang sudah memakai rangka atap dari baja ringan. Dibanding dengan rangka atap dari kayu, tentu saja lebih kokoh karena tahan rayap. Jenis tegel, cat tembok, juga merupakan hal – hal yang harus dicermati.

  9. Transportasi dan Akses Jalan
  10. “Dari BSD ke kantor Bapak deket kok. Paling – paling cuma setengah jam.”
    Setengah jam lewat tol, tapi tidak demikian bila lewat jalan umum. Oleh sebab itu, perhitungkan alat transportasi kita. Apakah keseharian naik mobil, motor, atau angkutan umum. Dari Bintaro menuju Cilandak Town Square (Citos) sangat dekat dan gampang bila lewat tol, alias naik mobil. Tapi jika naik motor dan lewat jalan umum, lumayan lelah juga. Oleh sebab itu, transportasi dan akses jalan, masuk ke parameter Saya.

  11. Perkembangan di Masa Mendatang
  12. Dalam membeli rumah, lihat juga perkembangan di masa mendatang. Jika saat ini akses jalan sempit, silahkan tanya – tanya apakah akan ada pelebaran jalan atau sebagainya. Seperti Cibubur contohnya, dalam 2 atau 3 tahun kedepan akan dilakukan pelebaran di jalan alternatif. Kalau begitu, tempat tersebut bisa dipertimbangkan.
    Kemudian, cari juga informasi apakah daerah tersebut masuk ke daerah hijau atau ada rencana pembangunan tol. Jangan – jangan, setelah membeli rumah malah akan ada penggusuran terkait dengan program pemerintah.

Fiiiuuhhh.. Ahirnya selesai.
Astaga.. :o
Lumayan panjang juga pembahasannya…

Tips Memilih Rumah?

Wednesday, May 23rd, 2007

Ehhem..

Yah, dibalik jadwal syuting yang sangat padat (hayaahhh.. :D ), akhirnya Saya bisa mencari – cari waktu lowong sedikit untuk menulis.

Beberapa hari yang lalu, komentar dari Agam di salah satu thread blog ini membuat Saya tertarik untuk menanggapi.

Menjawab pertanyaan yang ada di komentar tersebut:

berbagi tips memilih rumah donk.
btw, trus endingnya gimana? jadi beli rumah itu?

Ending-nya:
Ya, Saya jadi membeli rumah. Tapi tidak rumah tersebut. Saya dan Istri ternyata kepincut dengan rumah lainnya.

Menulis tips mungkin sedikit sulit untuk Saya yang tidak terlalu pintar ini. Tapi, untuk sekedar membantu, Saya akan berbagi beberapa poin pikiran dan pertimbangan Saya dalam memilih rumah dan lokasinya.

Beberapa thread setelah ini akan membahas itu.

note:
Terima kasih untuk Agam atas sumbangan idenya.

Stress Ball.. Like I Need One

Tuesday, May 8th, 2007

A few days a go, I go to a grocery store and bought myself a stress ball.

I don’t know if this gawd-damn-useless-thing works for you guys..
But, it sure didn’t works for me.. At all..
It even add more stress because I spent my money on it..!

You know, I wouldn’t wanna be someone who invent a stress ball..
‘Cause it would be a stressfull situation when someone I didn’t know squeezing “my balls” torridly.