Berkaitan dengan thread sebelumnya, kali ini Saya akan membagi beberapa parameter untuk pemilihan rumah beserta lokasinya.
Semoga dapat membantu.
–
Jika membeli mobil, 1 atau 2 tahun kita tidak suka atau bosan bisa dijual dan diganti yang baru. Tapi, bagi Saya, membeli rumah tidak bisa diperlakukan seperti membeli mobil. Mengingat keterbatasan dana, tentu saja pertimbangan yang benar – benar matang memang diperlukan.
Untuk membantu pertimbangan tersebut, ada beberapa parameter yang membantu Saya.
- Lokasi Kerja
Bekerja adalah aktivitas rutin. Di Jakarta khususnya, bagi Saya lokasi tempat kerja adalah faktor utama dalam memilih rumah. Saya tidak mau setiap hari dan seterusnyanya dalam hidup Saya menghabiskan waktu yang terlalu banyak di jalan. Bayangkan saja misalnya kita bekerja di daerah Cikarang, tetapi bertempat tinggal di BSD (Bumi Serpong Damai). Ntah berapa lama waktu dan tenaga yang terkuras hanya untuk pergi dan pulang kantor.
Bagaimana jika setelah membeli rumah, lalu tempat kerja kita pindah atau kita pindah instansi? Hmmm.. Mari harap – harap saja tidak sampai begitu.. 
- Harga
Budget terbatas? Sudah biasa. Jika tidak punya dana segar, ajukan saja Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Yang penting, sesuaikan harga rumah dengan pendapatan kita. Ingat saja dengan peraturan simpel bahwa maksimal pinjaman sebesar 1/3 X pendapatan per-bulan. Dari perhitungan tersebut, bisa diambil harga rumah maksimal yang bisa kita beli.
Misalnya :
Ingin kredit selama 10 tahun
Pendapatan per-bulan adalah Rp. 6 juta
Jumlah maksimum pinjaman adalah 1/3 X Rp. 6 juta = Rp. 2 juta
Dana cair yang dimiliki sekarang dan bisa dimanfaatkan untuk DP rumah = Rp. 35 juta
Jadi, total harga rumah yang mampu dibeli adalah rumah seharga Rp. 275 juta.
Kenapa se-simpel itu?
Apakah bunga dan lain sebagainya tidak diperhitungkan?
Tentu saja diperhitungkan. Tapi, pendapatan kita dari tahun ke tahun cenderung naik. Jika sekarang membayar 2,5 juta rupiah terasa berat, tidak demikian rasanya setelah 2 atau 3 tahun kemudian.
- Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Parameter ini tidak kalah pentingnya. Alangkah asyiknya jika bertempat tinggal di perumahan yang asri, sejuk, aman, dan lain sebagainya. Saya sendiri memilih perumahan yang bersifat Cluster karena faktor 1 pintu akses keluar-masuk membuat lingkungan lebih aman. Selain itu, memilih rumah untuk perkembangan pola pikir anak nantinya harus dipertimbangkan. Saya tidak mau anak Saya nantinya bergaul dengan lingkungan yang penuh dengan narkoba atau bergaul dengan sekelompok anak – anak yang ingusnya meleleran, berak sembarangan, dan main petak umpet di kandang ayam penuh tai.
Tentu saja, itu kembali ke diri masing – masing. Tinggal tanya saja ke dalam hati, “Saya nyaman ngga yah kalau tinggal di lingkungan ini?” Kalau tidak, cari lingkungan yang lain. Kalau cocok, lanjutkan lah..
- Spesifikasi Teknis Bangunan Rumah
Pondasi, struktur tanah, dan lain sebagainya. Harus dipertimbangkan juga. Contohnya, rangka atap. Sekarang banyak rumah yang sudah memakai rangka atap dari baja ringan. Dibanding dengan rangka atap dari kayu, tentu saja lebih kokoh karena tahan rayap. Jenis tegel, cat tembok, juga merupakan hal – hal yang harus dicermati.
- Transportasi dan Akses Jalan
“Dari BSD ke kantor Bapak deket kok. Paling – paling cuma setengah jam.”
Setengah jam lewat tol, tapi tidak demikian bila lewat jalan umum. Oleh sebab itu, perhitungkan alat transportasi kita. Apakah keseharian naik mobil, motor, atau angkutan umum. Dari Bintaro menuju Cilandak Town Square (Citos) sangat dekat dan gampang bila lewat tol, alias naik mobil. Tapi jika naik motor dan lewat jalan umum, lumayan lelah juga. Oleh sebab itu, transportasi dan akses jalan, masuk ke parameter Saya.
- Perkembangan di Masa Mendatang
Dalam membeli rumah, lihat juga perkembangan di masa mendatang. Jika saat ini akses jalan sempit, silahkan tanya – tanya apakah akan ada pelebaran jalan atau sebagainya. Seperti Cibubur contohnya, dalam 2 atau 3 tahun kedepan akan dilakukan pelebaran di jalan alternatif. Kalau begitu, tempat tersebut bisa dipertimbangkan.
Kemudian, cari juga informasi apakah daerah tersebut masuk ke daerah hijau atau ada rencana pembangunan tol. Jangan – jangan, setelah membeli rumah malah akan ada penggusuran terkait dengan program pemerintah.
Fiiiuuhhh.. Ahirnya selesai.
Astaga.. 
Lumayan panjang juga pembahasannya…