Jakarta dan Statisnya Saya
Tuesday, December 26th, 2006Tidak terasa, sudah 3 bulan lamanya Saya bernaung di Jakarta.
Kalau boleh jujur, bosan rasanya karena ritme kehidupan selama 3 bulan ini terlalu statis.
Saya seorang pekerja, tentunya Saya harus bekerja tiap harinya dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Saya seorang omnivora, tentunya saya butuh makan setiap harinya. Dan Warung Makan “TEGAL” adalah satu – satunya warung makan tercinta di sekitar lokasi tempat Saya bermukim.
Saya seorang yang juga butuh istirahat. Oleh sebab itu, kost-an adalah satu – satunya alternatif untuk pekerja rantauan dan berkantong cekak seperti Saya.
Kantor – Warteg – Kost-an.
Hanya 3 kombinasi itu atau perpaduan diantaranya.
Tidak ada lagi hang-out di Coffee Shop favorit setiap akhir pekan atau hari – hari senggang, tidak ada lagi hang-out ke tempat – tempat acak untuk sekedar belanja mata. Berkumpul dengan teman – teman untuk sekedar ngobrol ngalor – ngidul pun tidak. Mungkin karena kami beda aktivitas dan beda lokasi.
Untung saja ada ’si dia’ yang selalu siap sedia Saya telepon setiap saat. Jika tidak, ntah bagaimana jadinya Saya.
So, dengan ritme kehidupan Saya seperti sekarang, Bill Gates pun akan bosan menanyakan, “Where Do You Want to Go Today?”. Karena dia akan mendapatkan jawaban yang sama selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Kantor..
Kost-an..
Warteg..
Mau ikut?
Get Firefox!
Get Thunderbird!
no-www
WordPress