Archive for September, 2006

Yippy!

Tuesday, September 12th, 2006

I’m not an evangelist nor a clone of Robert Tilton.. But, here it goes…

“Are you lonely..?
If you waisted half of your life behind bars, pursuing sins of the flesh..
And you seated in a bean bag chair, naked, eating cheetos, and thinks that 9 Naga is a great movie..

Then listen to what I say..
Move your hairy ass, and do something exciting..

Well, talking about excitement.. Hal -hal yang menyenangkan..
Saya punya banyak versi hal menyenangkan yang dilakukan beberapa hari kemarin..

Saya tahu, Anda pasti berpikir bahwa Saya akan menulis dan berbagi hal menyenangkan tersebut di blog ini.
Tapi Anda salah.. Mwahahahaha.. *Evil laugh..*

Allright.. Allright. I’ll give you a hint…
It’s About…
Durian dan Udang Bakar Madu:-x

Untuk Penerbangan Lokal, Garuda Indonesia Memang Beda..

Thursday, September 7th, 2006

“Ngapain sich naik Garuda..? Mending naik maskapai lain aja. Lebih murah, dan sama – sama aja..”

Salah..
Garuda Indonesia tidak sama dengan maskapai – maskapai Indonesia lainnya.
Karena..

  1. Dengan naik Garuda Indonesia, Anda adalah ‘Pelanggan’, bukan ‘Penumpang’.
  2. Coba perhatikan saat ada pemanggilan untuk naik ke pesawat.
    Garuda Indonesia :

    “Para pelanggan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan bla.. bla.. bla..”

    Maskapai lainnya (Contoh : Lion Air) :

    “Penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan bla.. bla.. bla..”

  3. Peragaan keselamatan kabin yang lebih berkualitas.
  4. Karena disiarkan melalui video, maka kita tidak perlu melihat muka bete dan gerakan ngga niat para pramugari saat melakukan peragaan keselamatan kabin.

  5. Tidak ada sentralisasi Air Conditioner (AC).
  6. Saat naik ke pesawat dan menunggu pesawat lepas landas, kita masih bisa menikmati sejuknya udara yang dikeluarkan oleh AC.
    Pada maskapai lain, contoh, Lion Air, Adam Air, dan lain sebagainya, AC sering di sentralisasi dan tidak dihidupkan sebelum pesawat lepas landas. Saya tidak tahu tujuannya apa, tapi yang jelas hal ini menyebalkan sekali, karena udara di dalam pesawat jadi sesak dan panas.
    Kebanyakan orang tidak tahu tentang hal ini. Oleh sebab itu, masih banyak orang yang mengutak – atik AC saat menunggu lepas landas, padahal usaha tersebut sia – sia dan hanya membuat ketiak kita berbusa tanpa hasil.

  7. Tidak ada diskriminasi tinggi badan.
  8. Antara Boeing 737-200 Garuda Indonesia dengan Boeing 737-200 Adam Air kok beda yah..?
    Padahal tipe pesawatnya sama, yang artinya jumlah penumpangnya sama, dan ukuran pesawat juga sama. Lalu, kenapa jarak antar tempat duduk di kedua maskapai tersebut berbeda?
    Di Garuda Indonesia, Saya yang bertinggi badan 184 cm ini bisa berleha – leha dan menikmati nyamannya duduk di pesawat. Sedangkan di Adam Air, untuk ngupil saja, tangan Saya langsung terbentur dengan kursi di depan. Belum lagi posisi kaki Saya yang di modifikasi sampai entah-bagaimana-bentuknya agar muat duduk di kursi tersebut.
    Apa ada penambahan kursi penumpang pada maskapai lain? Saya juga tidak tahu pasti..

Harga tiket untuk maskapai lainnya memang lebih murah. Fasilitas TV relay, Snack, dan minuman yang beragam memang wajar jika ditiadakan. Tapi bukan berarti dari segi pelayanan juga harus di kurangi, bukan..?
Ayo, tingkatkan lagi kualitasnya..!