“Cita – cita kamu pas besar nanti ingin jadi apa…?”
“Aku Ingin jadi Hansip…!”

Berapa banyak sich hal itu terdengar dari anak – anak kecil Bangsa kita..?
Tidak ada..?
Well… Sebenarnya ada. Hal ini pernah diutarakan oleh seorang dosen saya yang bercerita mengenai keponakannya yang dengan bangga mengutarakan bahwa dia ingin menjadi Hansip..
Ya.. Ingin menjadi Hansip..?!
Bila dikaji, mungkin ada dua alasan simpel yang menyebabkan si kecil itu ingin menjadi Hansip.
- Si kecil suka dengan warna Hijau.
- Si kecil memiliki Fetish ‘Boys in The Uniform’, dan kebetulan, Boys pertama yang dilihatnya berseragam Hansip.
Mendengar hal ini, Saya jadi sedikit terenyuh.. Mengingat Hansip, in my opinion, bukanlah suatu profesi yang menjanjikan di masa sekarang, bahkan mungkin masa depan..
Dan tentunya Si kecil tidak memikirkan hal ini. Dia tidak melakukan suatu feasibility study terlebih dahulu, untuk menentukan/ mengutarakan cita – citanya tersebut.
Hmmm.. Mungkin tanggapannya adalah, “Cuma cita – cita doang.. Ntar pas gede juga berubah..!”
Ya.. Saya tau itu…
Tapi yang sebenarnya Saya pikirkan adalah… Kapan Hansip/ Satpam/ Security menjadi profesi yang layak…?
Kapan seorang Hansip/ Satpam/ Security tidak perlu was – was menunggu tagihan biaya pendidikan anaknya tiap bulan..?
Sungguh ironis memang…
Saya teringat cerita seorang rekan yang membahas soal kesenggangan kesenjangan gaji di Pertamina (yang gaji perbulan direkturnya Rp. 30 juta lebih, dan gaji security Rp. 800 ribuan..) yang mencapai 37,5 kali, dengan kesenggangan kesenjangan gaji perusahaan – perusahaan di luar negeri yang berkisar kurang lebih 10 kali saja…
Yup, namanya juga negara berkembang…
Harus banyak – banyak bersabar…
Seperti Saya, bersabar menunggu bahwa kelak, tidak hanya profesi – profesi seperti Pilot, Dokter, dan Presiden yang menduduki ‘top choice’ cita – cita yang dipilih anak – anak.. Tetapi juga Hansip, Satpam, dan Cleaning Service…
~Just another 2 seconds thought