Archive for the ‘Daily Life’ Category

Muncul di Waktu yang Tidak Diharapkan…

Monday, December 14th, 2009

Kita sedang naik angkot (angkutan perkotaan).
Saat waktunya kita ingin turun dan hendak berteriak, “kiri.. kiri…!” pada sang sopir, tiba – tiba malah menguap (Hoooaahhmm…) beberapa detik. (:|
Angkot pun bablas melaju dengan bebasnya sambil membiarkan kita kelimpungan dengan mulut ternganga..

Pernah mengalami kejadian itu?

Memang Tukang Cat, sich… Tapi…

Sunday, September 27th, 2009

Alkisah, ada empat orang anak. Sebut saja si Anton, Budi, Colihin, dan Deni. (Aduuuh… Colihin kok kedengarannya gak enak ya..? :D )

Mereka berempat sedang bercakap – cakap mengenai pekerjaan Ayahnya masing – masing.

Anton: “Ayahmu pekerjaannya apa..?”
Budi: “Ayahku seorang nelayan. Ia pergi menangkap ikan di lautan biru..”
Colihin: “Kalau ayahku pelayar, Ia bisa berlayar sampai laut merah..!”
Deni: “Ayahku dong, tukang cat… Ayahku itu yang ngecatin laut merah sama laut biru…”, jawab Deni dengan bangga. B-)

Saat Orel besar nanti, saya pun ingin dia bangga dengan pekerjaan Ayahnya. Selamat ulang tahun yang pertama ya… :-x

Nasi Padang dan Nasi Kapau

Monday, September 7th, 2009

Taukah anda bahwa sebenarnya nasi padang dan nasi kapau itu berbeda?
Ya, saya juga baru tau.. :D

Sama halnya dengan sate padang pariaman dengan sate padang (biasa), nasi kapau dengan nasi padang (biasa) juga berbeda dalam hal rasa. Nasi kapau yang berasal dari suatu daerah bernama Kapau ini lebih terasa bumbunya dan lebih menggigit alias lebih pedas.

Cara membedakan antara nasi padang (biasa) dan nasi kapau sebenarnya cukup mudah.
Yang pertama kali dan merupakan cara yang paling efektif (menurut saya) adalah lihat nama Rumah Makannya. Jika namanya Rumah Makan Padang Restu Bundo, artinya rumah makan tersebut adalah rumah makan padang. Nah, jika namanya Rumah Makan Nasi Kapau Restu Bundo, tentunya rekan – rekan semua sudah bisa menebaknya bukan.

Astaga… Tipsnya kok kurang bermutu ya…? =))

Jika tips pertama merupakan cara yang paling efektif, maka tips kedua ini merupakan tips yang paling mudah untuk dilakukan. Cara membedakan antara nasi kapau dan nasi padang (biasa) adalah….. dengan menanyakan langsung ke pelayannya, “Pak, ini nasi kapau atau nasi padang..?” =))
Dari jawaban sang pelayan, tentunya rekan – rekan semua sudah bisa menebaknya bukan.

Lagi – lagi tips yang tidak bermutu… :))

Tips ketiga ini yang mungkin lebih bermanfaat dibanding kedua tips diatas. Cara paling pintar untuk membedakan nasi padang (biasa) dan nasi kapau adalah dengan cara melihat sayur lodeh-nya. Jika sayur lodeh atau sayur nangka tersebut menggunakan kol atau rebung ditambah kacang panjang, maka kemungkinan besar itu adalah nasi kapau. B-)

Mari makan… Eh… Ternyata masih puasa.. :D

Jumpa Lagi…

Monday, August 31st, 2009

Fiiiuuhh… Tidak terasa, sudah 3 bulan lebih saya tidak menulis di blog ini. Iseng – iseng login, ternyata dapat pingback dari Tika soal thread saya yang dulu. :D

Langsung kaget… :">

Maklum… Yang mengutip tidak tanggung – tanggung.. Langsung si Ibu TBC yang kebangetan itu…!! :(|)
Padahal saya sama sekali belum sempat ke salon… Yah, setidaknya cukur bulu hidung dulu khan bisa, harap – harap bisa menambah persentase kegantengan saya sebanyak 0,00032%.

Well, anyway… (Duh, jangan pake bahasa inggris lah.. Males..!)

Omong – omong, melupakan blog sejenak enak juga. Walaupun jadinya banyak pengalaman yang terlewatkan untuk diceritakan disini. Sayang sekali memang.. Padahal saya seharusnya bisa bercerita tentang susahnya memfasilitasi acara reuni angkatan, asyiknya bertemu dengan teman – teman lama, dan lain sebagainya. :)

Atau.. Saya juga bisa bercerita tentang berapa jumlah uang yang harus saya keluarkan untuk membeli mug dan payung sebagai suvenir bagi teman – teman saya yang sudah lebih dari 3 kali menyuruh saya membuat akun facebook. :p

Hmmm.. Bagaimana kalau bercerita mengenai program diet saja..? Tampaknya akan membuat blog ini lebih bermanfaat. :D

Selain itu, saya juga bisa bercerita mengenai efektifitas volt stabilizer yang baru saja dipasang di mobil saya. Oh ya.. Karena alat ini, tenaga memang terasa lebih oke dan konsumsi bensin mobil saya jadi lebih irit. Semula, 1 liter Premium bisa menempuh jarak 8,84 Km; sekarang menjadi 8,86 Km. :|
(Hei..! 0,02 Km juga merupakan kemajuan..! :-w )

Omong – omong… Saya sakit perut.
Sampai jumpa lagi di lain kesempatan.. ;))

Balada Mail for Exchange (MfE) di Nokia e61

Tuesday, April 7th, 2009

Akhirnya, saya memutuskan untuk mulai menggunakan aplikasi Mail for Exchange (MfE) di ponsel jadul saya, Nokia e61. Sekedar basa – basi, MfE digunakan untuk mensinkronkan email, kalender, dan lain sebagainya dari Microsoft Exchange Server ke ponsel kita.

Bukan untuk gaya – gayaan, tetapi akhir – akhir ini saya agak kewalahan mengatur jadwal dan lain sebagainya. Alhasil, banyak rapat atau janji yang terlambat saya sadari atau malah terlewatkan. Kasihan saya. :(

Kebetulan, di dalam e61 saya sudah terdapat MfE versi 1.3.1 yang sebelumnya sudah terinstalasi dengan sendirinya. Iseng – iseng mencari, ternyata yang terbaru sudah mencapai versi 2.07.000. :D
Ponsel boleh jadul, tapi aplikasi harus yang terbaru dong.. Tanpa tedeng aling – aling, saya download dan install versi terbaru tersebut. Versi yang lama di remove secara otomatis saat instalasi berlangsung.

Ok, disinilah masalah terjadi. MfE 2.07.000 berhasil mensinkronkan akun di Microsoft Exchange Server dengan ponsel saya, tetapi aplikasinya tidak bisa dibuka (jika saya pilih/ buka tidak ada respon apa – apa).
Aneh.. :D
Fungsinya jalan, tetapi aplikasi tidak bisa dibuka. Bagiamana saya bisa merubah preferensi dan detil akun saya?

Asumsi awal adalah MfE 2.07.000 tidak cocok dengan versi software e61 saya karena versi 1.3.1 yang telah terinstall sebelumnya dapat berjalan dengan baik.

Sibuk ber-google ria mencari isu – isu mengenai bugs MfE 2.07.000 dan kompatibilitasnya dengan versi software 3.0633.09.04 tapi tidak menemukan petunjuk apa – apa. Setelah beberapa jam dan beberapa batang Dunhill Light Menthol, dengan lunglai saya mencoba cara primitif… Uninstall dan Install kembali. :D

Dan ternyata, saudara – saudaraaa…. :o
Berhasil…!!! :))

Apa yang salah?
Dari beberapa kali utak – atik, saya menyimpulkan bahwa masalah timbul pada saat aplikasi yg lama di uninstall secara otomatis oleh aplikasi baru.

Nah, karena itu.. Melalui thread ini, saya ingin membagi tips bodoh dalam meng-install Mail for Exchange (MfE) versi terbaru pada ponsel anda.

  1. Periksa apakah anda memiliki MfE versi lawas.
  2. Jika ya, uninstall/ remove versi tersebut terlebih dahulu sebelum anda meng-install versi terbaru.

:D

Selamat Ulang Tahun… Aduh..!

Tuesday, January 27th, 2009

Istri saya ulang tahun hari ini..
Dan saya sedang sakit pinggang..! :|

Ponsel Cina.. Oh, Ponsel Cina..

Monday, January 19th, 2009

Ya.. Ya.. Ya.. Tentunya kita semua tahu kalau sekarang makin banyak saja produsen ponsel (telepon selular) pabrikan Cina. Contohnya produk – produk ponsel bermerek Hi tech, K-touch, Beyond, VirtuV, dan lain sebagainya. :)

Jika dilihat dari segi harga memang menggiurkan; jauh lebih murah dari pabrikan lain yang sekarang menguasai pasar besar seperti Nokia, Sony-Ericsson, Motorola, dan lain sebagainya. :)

Untuk saya yang kesehariannya membawa dua ponsel GSM yang berbeda, selain harga, yang paling menggoda sebenarnya fitur double-GSM yang memungkinkan kita mengaktifkan dua kartu GSM bersamaan dalam satu ponsel. Prinsipnya, lebih mudah membawa satu buah ponsel dibanding dua buah ponsel. Benar khan?

Ponsel Cina double-GSM yang pertama kali saya coba adalah K-touch D702.
Dalam segi sinyal dan fitur terhitung baik. Sayangnya, kualitas mouthpiece/microphone-nya sangat jelek untuk diterima pendengaran normal. Akibatnya pembicaraan melalui telepon cenderung tidak bisa terkomunikasikan dengan baik karena lawan bicara tidak dapat mendengar apa yang saya bicarakan. Dengan kata lain, berikut tanggapan yang sering saya terima dari lawan bicara:

A: “Hah? Apaan…? Suara lo kecil banget!”
B: “Heh? Apa…?!”
C: “Ngga kedengeran bro.. Kerasan dikit ngomongnya..”
D: “Suara lo ngga jelas.. Jauh banget…”
E: “Yaelah.. Jangan bisik – bisik kenapa sich…!”

Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya cukup mudah. Saya tinggal berbicara dengan volume keras alias berteriak setiap kali bertelepon. Tapi karena hal tersebut membuat saya tampak bodoh dan acap kali mendapat teguran dari orang sekitar, saya memutuskan untuk mengganti dan mencoba ponsel lainnya. :(|)

Oh ya, awalnya saya mengira ponsel K-touch D702 saya saja yang bermasalah. Tetapi setelah membaca beberapa testimonial di dunia maya, saya jadi tahu bahwa beberapa rekan pun bernasib sama. :|

Ponsel Cina kedua yang saya coba adalah Hitech M12. Fitur double-GSM, ponsel musik, dan harga dibawah satu juta rupiah membuat saya tergiur untuk memiliki ponsel ini sebagai pengganti K-touch D702. B-)

Pertama kali dicoba, output suara yang dikeluarkan oleh earpiece/handset speaker sedikit cempreng tapi masih bisa diterima. Berbekal pengalaman dengan ponsel sebelumnya, pemeriksaan mouthpiece pun tidak terlewatkan oleh saya. Hasilnya, baik.

Saya mendapati masalah pada ponsel ini beberapa bulan setelahnya. Kali ini, bukan hanya lawan bicara saya saja yang ber-hah-heh-hoh ria saat bercakap – cakap lewat telepon, tetapi saya pun begitu. Tampaknya performa earpiece dan mouthpiece-nya berkurang.

Beberapa waktu lalu, saya sempat membaca sebuah artikel di sebuah majalah yang mengulas tentang ponsel – ponsel cina ini. Salah satu tips didalamnya menganjurkan kita untuk lebih cermat dan teliti dalam membelinya. Hal yang susah, menurut saya. Membuka kemasan ponsel dan mencobanya berarti sudah pasti membeli bukan? Dan mengandalkan after-sales service pun tidak terlalu efektif karena menghabiskan waktu saja.

Akhirnya.. Dibanding repot berkomunikasi, saya memutuskan lebih baik untuk kembali repot membawa – bawa dua ponsel saja. :)

Kecil.. Tapi Mengasyikkan..

Thursday, December 4th, 2008

Bagi saya, sibuk bukan hanya untuk para pekerja kantor yang sedang menghadapi pekerjaan bertumpuk dan jadwal rapat yang hampir memakan satu hari penuh. Tapi juga untuk para muda – mudi yang sedang kelimpungan dengan mengurus pindahan rumah. Atau, berlaku juga bagi Ibu – Ibu yang sibuk mengurus anak pertama, tanpa asisten untuk membantu – bantu.

Saking sibuknya, sehingga tidak sempat sama sekali untuk berlibur dan melepas penat sejenak?
Jangan patah semangat dulu. ;)
Saya akan berbagi sedikit tips mengenai hal – hal kecil apa saja yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan waktu yang sangat – sangat terbatas. Harapannya, hal – hal kecil tersebut dapat membuat situasi yang mengasyikkan untuk kita.

Hal kecil tapi mengasyikkan yang pertama adalah menonton televisi. Standar sekali! Memang..! :D
Langganan saja TV satelit atau kabel. Dengan saluran yang bahkan mencapai ratusan, kita jadi lebih banyak pilihan tontonan. Dulu, waktu saya masih muda, tontonan favorit adalah saluran musik India. Bagaimana dengan anda?
Apa yang asyik dari TV satelit atau kabel? Tidak lain dan tidak bukan adalah salurannya yang banyak… dan tidak semuanya bagus… :D
Jadi, dengan sibuk memindah – mindahkan saluran mencari apa yang ingin kita tonton, pikiran kita yang sedang penat jadi teralihkan.. Asyik bukan?!

Hal kecil tapi mengasyikkan yang kedua adalah mengupil (dalam bahasa inggris disebut nose picking, artinya… memungut hidung. hmmm, bahasa inggris memang aneh ya). Dengan mengupil, anda akan senantiasa larut dalam keasyikan tiada tara. Bayangkan! Anda akan dihadapkan dengan tantangan untuk mengambil sebuah benda kecil lengket yang menempel di dinding gua yang sangat terjal. Bahkan untuk mencapainya, anda harus melewati hutan kecil yang ditumbuhi oleh puluhan bahkan ratusan bulu hidung. Outbound saja belum tentu seseru ini. Asyik bukan…?!

Yang ketiga adalah hal kecil yang paling mengasyikkan, yaitu memakan cemilan ubi – ubian. Ubi – ubian ini, jika dicerna akan mengeluarkan gas metan yang tentu saja akan menghasilkan kentut. Memang, kentut saja tidak asyik. Tapi, bayangkan jika kita mengatur metode pengeluaran kentut ini sehingga mengeluarkan bunyi yang menyerupai Do Re Mi Fa So La Ti Do…
Dengan pengembangan lebih lanjut, anda bahkan dapat berimprovisasi sampai mendendangkan lagunya Red Jumpsuit Apparatus. (Oh ya, saya sedang suka mendengarkan lagunya mereka yang judulnya Face Down)

Baiklah.. Saya tau kalau anda tentunya tidak bodoh untuk kemudian menyadari bahwa tips – tips diatas adalah tidak berguna. :P

Mengandalkan Orang Lain…

Wednesday, November 19th, 2008

Jaman sekarang, makin susah saja mengandalkan orang lain.

Mengandalkan orang lain untuk catering harian, malah dapat makanan tidak enak sampai makanan basi.
Mengandalkan orang lain sebagai kontraktor interior, malah dapat waktu penyelesaian yang molor sampai berbulan – bulan.

Dalam situasi kita membayar saja, sulit untuk mendapatkan pelayanan yang profesional. Apalagi jika hanya gratis alias minta pertolongan.

Apa semuanya harus dikerjakan sendiri?

Tanyai Aku Lagi..

Monday, November 17th, 2008

Masih terkait dengan posting sebelumnya, mengenai basa – basi. Lagi – lagi saya punya pengalaman lucu dengan satu orang yang (menurut saya) tipe marketing sekali. Kenapa marketing?

Teman – teman sekalian tentunya sering bertemu dengan para pekerja bidang pemasaran alias marketing. Orang – orang yang bekerja di bidang ini, memang dituntut agar seramah mungkin terutama dengan klien. Mungkin, karena dituntut untuk ramah itu lah sering kali basa – basi percakapannya terkesan protokoler dan berulang – ulang. Tidak menutup kemungkinan mereka bertanya hal yang sama, seperti yang saya alami idbawah ini.

Suatu hari di pagi yang cerah.

Pak A: “Pak Ro tinggal dimana?”
Saya: “Di Cibubur, Pak..”
Pak A: “Wah.. Enak dong.. Berapa lama perjalanan?”
Saya: “Dari rumah ke kantor kira – kira 30 menit lah..”
Pak A: (sambil mengangguk – anggukkan kepala) “Tapi katanya macet ya..”
Saya: “Begitulah… Hehe..”

Keesokan harinya, masih di pagi yang cerah.

Pak A: “Pak Ro tinggal dimana?”
Saya: “Hah..?” (Sambil bingung karena pertanyaannya sama dengan kemarin) “Di Cibubur, Pak..”
Pak A: “Wah.. Enak dong.. Berapa lama perjalanan?”
Saya: (Astaga…) “Dari rumah ke kantor kira – kira 30 menit lah..” (Sambil tertunduk lesu..)
Pak A: (sambil mengangguk – anggukkan kepala) “Tapi katanya macet ya..”
Saya: “Hehe..”

Dua hari setelahnya, lagi – lagi pagi hari yang cerah.

Tidak terjadi apa – apa.
Karena saya memilih pintu masuk yang lain.