Archive for the ‘Social & Community’ Category

Balada Sebuah Milis

Tuesday, February 9th, 2010

Mailing list atau biasa dikenal juga dengan milis, adalah suatu sistem atau metoda dimana kita bisa mengirimkan suatu informasi ke banyak penerima yang terdaftar di sistem tersebut.

Eh.. Omong – omong, apakah definisi diatas sudah benar? :-/
Ntah lah.. :D
Tapi yang jelas, saya rasa teman – teman sekalian sudah mahfum lah apa itu mailing list..

“Betul ngga penontooooon….??” :p
“Betuuuuuuuuuul….!”

Untuk pengguna internet yang intensif, biasanya mengikuti beberapa buah milis. Seperti saya, contohnya, mengikuti milis alumni angkatan saat kuliah dulu, kemudian milis pengguna mobil dengan merk tertentu, milis lowongan kerja, dan… ehhem… milis gambar – gambar porno.. :-"

Yang menarik tentunya milis alumni angkatan.
Pada awalnya milis ini dibuat, jumlah email per harinya bisa dikatakan fantastis. Topik pembicaraan beragam mulai dari gosip, kenangan masa kuliah, ejek – mengejek, lowongan kerja, sampai dengan isu – isu terkini.

Lama kelamaan, jumlah email makin sedikit. Tidak ada diskusi lagi, yang ada hanya tulisan – tulisan klise hasil terusan dari milis lain. Ini masih lumayan dibandingkan dengan sekarang yang kurang lebih hanya berisi email undangan pernikahan. :(|)

Kadang – kadang, saya iri juga melihat teman satu kubikel saya di kantor yang memiliki milis alumni angkatan yang begitu ramai sampai sekarang. :-w

Didorong oleh rasa penasaran, saya pun mencari jawaban atas permasalahan milis yang saya ikuti ini..
Karena tidak menemukan jawaban yang saya cari di lembar kunci jawaban soal – soal IPS kelas 3 SD, saya pun memutuskan untuk bertanya – tanya saat reuni kecil – kecilan dilaksanakan. B-)

Jawabannya beragam.

Saya: “Kok ngga aktif di milis angkatan..?”
Si A: “Hah?! Emang kita punya milis angkatan?”
Saya: *pingsan*

Saya: “Milis kita sudah sepi ya sekarang…”
Si B: “Waduh, gue ngga tau tuh.. Pada jarang posting ya?”
Saya: “Kok ngga tau? Emang loe ngga nge-cek?”
Si B: “Euh… Gue lupa password-nya untuk email yang buat milis..”
Saya: “Pantesan…” *sigh*

Beberapa jawaban lain yang seragam adalah..

“Jarang memeriksa email..”

Jadi, beruntunglah anda yang mengikuti milis alumni angkatan yang ramai sehingga bisa terus ber-silaturahim sampai sekarang.

Dan bila anda mengikuti milis yang sepi seperti saya, dan menghadapi teman – teman yang memeriksa email-nya setahun sekali (itu juga saat lebaran untuk mengirim ucapan), berinisiatif lebih mungkin bisa membantu untuk meramaikan… :)

Contohnya yang saya lakukan kemarin dengan mengirimkan informasi lowongan ke milis alumni angkatan tercinta.

Untuk 88 orang alumni Jurusan Teknik Komputer angkatan saya yang memiliki kompetensi tinggi, saya kirimkan lowongan untuk….. Tenaga Penyuluh Perikanan. B-)

Ingin Melihat Review Gadget di Indonesia?

Wednesday, January 27th, 2010

Ehhm…
Begini, saya dan seorang teman sedang memulai suatu website yang memuat review – review (dalam bahasa Indonesia: ulasan) mengenai gadget yang ada di Indonesia. :">

Sebenarnya cakupan gadget-nya lumayan luas. Mulai dari ponsel, kamera, gaming device, music player, dan lain sebagainya. Tetapi karena baru mulai, review yang ada hampir seluruhnya berkaitan dengan ponsel.

Nama situsnya adalah darimata.com.
Kalau berkenan, mohon berkunjung.. Hehe.. :P

Hasil review yang ditampilkan tidak hanya berasal dari kontributor internal, tetapi bisa juga dari pembaca pada umumnya. Jadi, kalau anda memiliki sebuah gadget dan berniat untuk berkontribusi memberikan review, jangan sungkan – sungkan. :D

Caranya mudah. Tinggal baca panduan review yang disajikan di situs darimata.com tersebut.

Mohon doa dan dukungannya ya… Agar situs darimata.com dapat menyajikan informasi yang baik dan dapat menjadi salah satu sumber referensi bagi kita sebelum membeli gadget tertentu. :)

Cheers.

Tips Merokok di Dalam Mobil..

Tuesday, January 5th, 2010

Saat anda membaca judul dari tulisan ini, mungkin yang pertama kali terbesit di pikiran anda adalah, “Tips yang baik tentunya jangan merokok.. apalagi di dalam mobil..!”

Ya.. Ya.. Ya..
Masuk akal juga… Tapi jika seperti itu, tentunya tidak ada tips.. Dan blog saya tidak ada tulisan baru.. :D

Kasian khan blog saya..? Kalau terlalu lama dibiarkan menganggur, nanti jadi dikerubungi lalat… :(

Baiklah.. Kita lanjutkan kembali ke topik semula. *pura – pura serius*

Mengendarai mobil dengan jarak yang lumayan jauh memang terkadang melelahkan, apalagi jika dalam keadaan lalu lintas yang macet. Saat rasa kantuk dan bosan menyerang, rasanya enak juga jika diselingi dengan sebatang-dua-batang rokok.

Yang perlu diingat oleh kita adalah, merokok di dalam mobil memiliki potensi bahaya. Oleh sebab itu, untuk keselamatan bersama, mari kita lihat tips – tips atau petunjuk – petunjuk berikut.

Tips yang pertama, pastikan mobil tersebut adalah mobil anda sendiri.
Bayangkan kebingungan tetangga jika anda tiba – tiba mendatangi garasinya, membuka pintu mobilnya, dan mulai merokok di dalam mobil tersebut.. Wah wah wah.. Kalo kata orang jakarta, “Madekipe loe..!” :D

Tips yang kedua, jangan merokok jika ada bayi dan anak – anak dibawah umur di dalam mobil.
Kalau ini serius. Daya tahan organ tubuh bayi dan anak – anak dibawah umur tentunya belum kuat. Di ruangan terbuka saja jangan sampai kita merokok disamping mereka, apalagi di dalam mobil yang notabene ruangan tertutup.

Tips yang ketiga, pastikan anda memakai celana saat merokok.
Mari kita pahami bersama kalau merokok sambil tidak memakai celana hanya terjadi di dalam WC. Saat kita buang air besar. :|
Demi kemaslahatan ummat, sebaiknya tidak usah kita bahas dan lanjutkan ke tips berikutnya (walaupun sebenarnya buka – bukaan celana adalah hal yang sangat menarik..)

Tips yang keempat, matikan AC mobil dan buka jendela mobil lebar – lebar.
Merokok dengan AC menyala dan jendela mobil yang tertutup tentunya akan menyebabkan udara dalam mobil menjadi sumpek dan beraroma tidak sedap. Belum lagi asap rokok yang mengendap bisa menimbulkan bercak – bercak berwarna kuning pada interior mobil anda (seperti dashboard dan atap interior).

Tips yang kelima, jangan merokok sambil meminum jus jeruk, membaca blog saya, memakan es krim, dan menyeruput sop buntut.
Saya jadi bingung.. :-/
Sebenarnya ini di dalam mobil atau…?

Tips yang keenam, sematkan/ tempatkan rokok di tangan kanan anda dan letakkan tangan anda di dekat jendela.
Dengan cara seperti ini, anda dapat dengan segera membuang rokok tersebut ke jalan jika ada keadaan darurat yang menuntut anda bermanuver dan memegang stir secara cermat dengan menggunakan 2 tangan.

Tips yang ketujuh, jangan merokok di dalam mobil jika anda sedang berada di parkiran Mall.
Ada – ada saja… Ngapain pula merokok di mobil kalau anda sedang berada di parkiran mall? Lebih baik turun dari mobil dan masuk ke mall-nya sambil belanja mata… :))

Tips yang kedelapan? Jangan ah.. :P
Kebanyakan tips nanti malah membuat anda bosan dan bingung untuk mengikuti tips yang mana.. Sampai jumpa di lain kesempatan.. ;))

Kornet?

Wednesday, May 27th, 2009

Bukan.. Kornet yang akan kita bahas bukanlah nama warung internet. Tapi makanan yang biasa disebut kornet.

Pernah makan kornet khan?

Itu tuh.. Daging yang dipadatkan di dalam kaleng dan biasa dijual di supermarket. Cara mengolahnya tergantung selera. Bisa digoreng biasa dan dijadikan lauk – pauk, atau pun sebagai campuran pada masakan lainnya seperti nasi goreng, tumis – tumisan, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, dari mana sich terminologi kornet berasal?
Ternyata terminologi kornet berasal dari jenis produk daging yang dikalengkan dan disebut “corned beef“. Bisa menjadi “kornet” bukan karena para orangtua kita yang tidak bisa membaca bahasa inggris. Tapi kurang lebih karena pengaruh orang – orang Belanda yang melafalkan corned beef dengan “kornet bif” (kôrn-net bi:f). Akibatnya, sampai generasi saya pun memakai terminologi kornet.

“Ngga ada lauk nih… Digorengin kornet aja ya…”

Oke, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah… Kenapa corned beef? Kalau memang dagingnya dikalengkan, kenapa tidak menyebutnya canned beef?

Tidak lain dan tidak bukan karena pemrosesannya. Daging yang terkandung di kemasan corned beef telah diasinkan sebelumnya atau proses semacamnya yang saya sendiri tidak begitu paham. Maklum, karena result oriented, yang saya tau hanya memakannya; bukan cara membuatnya. :D

Disebut corned karena proses pengasinannya dilakukan dengan butiran – butiran garam yang menyerupai jagung (dalam bahasa inggris: corn)..

Sebagai informasi tambahan, tidak hanya daging saja yang diproses dan dikemas seperti ini. Sosis juga ada dan disebut corned dog

Semoga informatif… :P

Komdak

Friday, March 27th, 2009

Teman – teman yang bekerja atau tinggal di Jakarta tentunya mengenal daerah Komdak. Lokasinya di Semanggi, berseberangan dengan Plaza Semanggi atau pun Hotel Crown Plaza.

Istri saya pun yang notabene sering naik Bus untuk urusan kantor, sering naik – dan turun di daerah Komdak ini.

Pada suatu hari.. Muncul keingintahuan saya.
(Duh, sudah lama sekali tidak menggunakan istilah “pada suatu hari”. Kalau tidak salah, terakhir menggunakannya sewaktu SD untuk membuat karangan bebas..)

Komdak singkatan dari apa ya?

Setelah bertanya sana – sini dan mencari dari beberapa sumber, ternyata Komdak adalah singkatan dari Komando Daerah Kepolisian, istilah asingnya, Regional Police Command.

Jika tidak salah informasi, istilah Komdak sudah tidak lagi digunakan semenjak tahun 1984 dikarenakan reorganisasi, dan berganti nama menjadi Polda (Kepolisian Daerah).

Menarik juga. :D

Ponsel Cina.. Oh, Ponsel Cina..

Monday, January 19th, 2009

Ya.. Ya.. Ya.. Tentunya kita semua tahu kalau sekarang makin banyak saja produsen ponsel (telepon selular) pabrikan Cina. Contohnya produk – produk ponsel bermerek Hi tech, K-touch, Beyond, VirtuV, dan lain sebagainya. :)

Jika dilihat dari segi harga memang menggiurkan; jauh lebih murah dari pabrikan lain yang sekarang menguasai pasar besar seperti Nokia, Sony-Ericsson, Motorola, dan lain sebagainya. :)

Untuk saya yang kesehariannya membawa dua ponsel GSM yang berbeda, selain harga, yang paling menggoda sebenarnya fitur double-GSM yang memungkinkan kita mengaktifkan dua kartu GSM bersamaan dalam satu ponsel. Prinsipnya, lebih mudah membawa satu buah ponsel dibanding dua buah ponsel. Benar khan?

Ponsel Cina double-GSM yang pertama kali saya coba adalah K-touch D702.
Dalam segi sinyal dan fitur terhitung baik. Sayangnya, kualitas mouthpiece/microphone-nya sangat jelek untuk diterima pendengaran normal. Akibatnya pembicaraan melalui telepon cenderung tidak bisa terkomunikasikan dengan baik karena lawan bicara tidak dapat mendengar apa yang saya bicarakan. Dengan kata lain, berikut tanggapan yang sering saya terima dari lawan bicara:

A: “Hah? Apaan…? Suara lo kecil banget!”
B: “Heh? Apa…?!”
C: “Ngga kedengeran bro.. Kerasan dikit ngomongnya..”
D: “Suara lo ngga jelas.. Jauh banget…”
E: “Yaelah.. Jangan bisik – bisik kenapa sich…!”

Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya cukup mudah. Saya tinggal berbicara dengan volume keras alias berteriak setiap kali bertelepon. Tapi karena hal tersebut membuat saya tampak bodoh dan acap kali mendapat teguran dari orang sekitar, saya memutuskan untuk mengganti dan mencoba ponsel lainnya. :(|)

Oh ya, awalnya saya mengira ponsel K-touch D702 saya saja yang bermasalah. Tetapi setelah membaca beberapa testimonial di dunia maya, saya jadi tahu bahwa beberapa rekan pun bernasib sama. :|

Ponsel Cina kedua yang saya coba adalah Hitech M12. Fitur double-GSM, ponsel musik, dan harga dibawah satu juta rupiah membuat saya tergiur untuk memiliki ponsel ini sebagai pengganti K-touch D702. B-)

Pertama kali dicoba, output suara yang dikeluarkan oleh earpiece/handset speaker sedikit cempreng tapi masih bisa diterima. Berbekal pengalaman dengan ponsel sebelumnya, pemeriksaan mouthpiece pun tidak terlewatkan oleh saya. Hasilnya, baik.

Saya mendapati masalah pada ponsel ini beberapa bulan setelahnya. Kali ini, bukan hanya lawan bicara saya saja yang ber-hah-heh-hoh ria saat bercakap – cakap lewat telepon, tetapi saya pun begitu. Tampaknya performa earpiece dan mouthpiece-nya berkurang.

Beberapa waktu lalu, saya sempat membaca sebuah artikel di sebuah majalah yang mengulas tentang ponsel – ponsel cina ini. Salah satu tips didalamnya menganjurkan kita untuk lebih cermat dan teliti dalam membelinya. Hal yang susah, menurut saya. Membuka kemasan ponsel dan mencobanya berarti sudah pasti membeli bukan? Dan mengandalkan after-sales service pun tidak terlalu efektif karena menghabiskan waktu saja.

Akhirnya.. Dibanding repot berkomunikasi, saya memutuskan lebih baik untuk kembali repot membawa – bawa dua ponsel saja. :)

Kecil.. Tapi Mengasyikkan..

Thursday, December 4th, 2008

Bagi saya, sibuk bukan hanya untuk para pekerja kantor yang sedang menghadapi pekerjaan bertumpuk dan jadwal rapat yang hampir memakan satu hari penuh. Tapi juga untuk para muda – mudi yang sedang kelimpungan dengan mengurus pindahan rumah. Atau, berlaku juga bagi Ibu – Ibu yang sibuk mengurus anak pertama, tanpa asisten untuk membantu – bantu.

Saking sibuknya, sehingga tidak sempat sama sekali untuk berlibur dan melepas penat sejenak?
Jangan patah semangat dulu. ;)
Saya akan berbagi sedikit tips mengenai hal – hal kecil apa saja yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan waktu yang sangat – sangat terbatas. Harapannya, hal – hal kecil tersebut dapat membuat situasi yang mengasyikkan untuk kita.

Hal kecil tapi mengasyikkan yang pertama adalah menonton televisi. Standar sekali! Memang..! :D
Langganan saja TV satelit atau kabel. Dengan saluran yang bahkan mencapai ratusan, kita jadi lebih banyak pilihan tontonan. Dulu, waktu saya masih muda, tontonan favorit adalah saluran musik India. Bagaimana dengan anda?
Apa yang asyik dari TV satelit atau kabel? Tidak lain dan tidak bukan adalah salurannya yang banyak… dan tidak semuanya bagus… :D
Jadi, dengan sibuk memindah – mindahkan saluran mencari apa yang ingin kita tonton, pikiran kita yang sedang penat jadi teralihkan.. Asyik bukan?!

Hal kecil tapi mengasyikkan yang kedua adalah mengupil (dalam bahasa inggris disebut nose picking, artinya… memungut hidung. hmmm, bahasa inggris memang aneh ya). Dengan mengupil, anda akan senantiasa larut dalam keasyikan tiada tara. Bayangkan! Anda akan dihadapkan dengan tantangan untuk mengambil sebuah benda kecil lengket yang menempel di dinding gua yang sangat terjal. Bahkan untuk mencapainya, anda harus melewati hutan kecil yang ditumbuhi oleh puluhan bahkan ratusan bulu hidung. Outbound saja belum tentu seseru ini. Asyik bukan…?!

Yang ketiga adalah hal kecil yang paling mengasyikkan, yaitu memakan cemilan ubi – ubian. Ubi – ubian ini, jika dicerna akan mengeluarkan gas metan yang tentu saja akan menghasilkan kentut. Memang, kentut saja tidak asyik. Tapi, bayangkan jika kita mengatur metode pengeluaran kentut ini sehingga mengeluarkan bunyi yang menyerupai Do Re Mi Fa So La Ti Do…
Dengan pengembangan lebih lanjut, anda bahkan dapat berimprovisasi sampai mendendangkan lagunya Red Jumpsuit Apparatus. (Oh ya, saya sedang suka mendengarkan lagunya mereka yang judulnya Face Down)

Baiklah.. Saya tau kalau anda tentunya tidak bodoh untuk kemudian menyadari bahwa tips – tips diatas adalah tidak berguna. :P

Mengandalkan Orang Lain…

Wednesday, November 19th, 2008

Jaman sekarang, makin susah saja mengandalkan orang lain.

Mengandalkan orang lain untuk catering harian, malah dapat makanan tidak enak sampai makanan basi.
Mengandalkan orang lain sebagai kontraktor interior, malah dapat waktu penyelesaian yang molor sampai berbulan – bulan.

Dalam situasi kita membayar saja, sulit untuk mendapatkan pelayanan yang profesional. Apalagi jika hanya gratis alias minta pertolongan.

Apa semuanya harus dikerjakan sendiri?

Penghargaan dan Hukuman

Wednesday, November 19th, 2008

Lucu juga rasanya melihat judul posting kali ini.
Penghargaan dan hukuman.. :P
Sebenarnya maksud saya adalah Reward and Punishment.

Apa maksudnya dengan reward and punishment?
Dalam konteks kali ini, yang saya maksud dengan reward adalah penghargaan yang diberikan kepada seseorang karena dia telah berhasil melakukan sesuatu dengan sangat baik atau melebihi ekspektasi. Sedangkan punishment adalah suatu hukuman yang diberikan karena seseorang telah melanggar sesuatu atau tidak berhasil melakukan sesuatu dengan baik.

Menurut saya, dalam dunia pekerjaan hal ini sangat penting. Hal yang sangat simpel, tapi sayangnya sering terlupakan dan dampaknya cukup besar. Sejauh ini, saya sering mendengar keluhan tipikal dari rekan kerja.

“Gue udah kerja mati – matian, eh.. cuma gitu doang tanggepannya.. gimana kek.. tengkyu kek..”

“Kebayang aja bro.. Si Fulan yang nyante – nyante aja, achieve juga ngga, dateng telat mulu, sampe sekarang juga kontraknya diperpanjang terus..”

“Attitude-nya jelek kaya’ gitu masih dipertahanin aja.. Heran gue..”

Dengan adanya penghargaan, seseorang akan terus termotivasi untuk mempertahankan performanya dalam bekerja. Begitu juga dengan adanya hukuman (yang didahului dengan peringatan atau teguran), seseorang akan merasa tertampar dan kemudian tersadar untuk kembali bekerja dengan baik.

Punya pengalaman spesifik mengenai reward and punishment? Mari berbagi disini.
Punya banyak keluhan mengenai reward and punishment? Segera sampaikan pada supervisor anda agar beliau cepat – cepat memperbaiki hal tersebut. Dan jika tanggapannya tidak baik.. Mungkin sudah saatnya melihat kiri – kanan sebagai perbandingan. Selanjutnya, terserah anda… :P

Bumbuku, Rasa Bawang..

Wednesday, September 24th, 2008

Ada yang bilang kalau demonstrasi itu adalah bumbu dari demokrasi.
Layaknya merica pada kue bolu..
Sama halnya juga seperti lalat pada seonggok tai..
Eh.. sepertinya ada pengandaian yang salah.. :-/
(Tapi, siapa peduli..)

Begitu juga seperti basa – basi pada kehidupan sosial kita.
Basa – basi itu seperti bumbu.
Jika bumbunya tepat, maka masakan akan menjadi enak. Sebaliknya, jika bumbu tersebut kurang atau berlebih, masakan akan menjadi tidak enak.
Orang yang pandai berbasa – basi akan lebih cepat mengakrabkan diri dengan lingkungan sosialnya. Otomatis, hubungan baik pun akan lebih cepat terjalin.

Saya sendiri bukan orang yang pandai berbasa – basi. Oleh sebab itu, orang – orang yang baru mengenal saya, biasanya langsung beranggapan:

“Gile, nih orang perutnya buncit banget…”

Eh, salah… Maksud saya anggapannya seperti ini:

“Buset.. Sengak banget sich..!”

Mau bagaimana lagi.. Karena khawatir lawan bicara tidak merasa nyaman dengan cara basa – basinya saya yang tidak terlalu pintar, lebih baik saya memilih diam alias tidak terlalu banyak berbicara. Setidaknya untuk mencegah terjadinya situasi – situasi sedikit basi seperti yang saya alami dibawah ini.

Saat itu hari minggu, dimana kebanyakan keluarga di Jakarta akan menghabiskan waktunya di luar rumah, baik berbelanja atau berekreasi. Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Dengan pakaian super-kasual, saya dan Istri melangkahkan kaki dari rumah menuju mobil. Pada saat membuka pintu mobil, seorang yang sangat ramah berbasa – basi sambil bertanya:

“Jalan – jalan sama Istri ya…?”

:|

“Oh, ngga sich.. Ini.. Saya cuma mau berak di dalam mobil sambil ditonton Istri..”

Hari lainnya, di suatu sore.
Dengan bercelana pendek dan kaos oblong butut, saya pun siap mencuci mobil yang sudah lumayan kotor. Selang air sudah tersedia. Saat air pertama menyemprot badan mobil, lagi – lagi seorang yang sangat ramah berbasa – basi sambil bertanya:

“Nyuci mobil…?”

Astaga… :|
Selang air… Sedang menyemprot badan mobil.. :|

“Ngga.. Cuma hobby megangin selang doang..”

Atau di kesempatan lain. Saya berjalan sambil membawa plastik berisi sampah yang memang jelas sekali terlihat berisi sampah. Dimana saya pun berjalan menuju tempat sampah yang bentuknya benar – benar seperti tempat sampah. Memang lingkungan kita sangatlah ramah sehingga ada yang berbasa – basi sambil bertanya:

“Ngebuang sampah…?”

Duh…
Lagi – lagi…
Toloooooooooooooong….!! :((