Kornet?
May 27th, 2009Bukan.. Kornet yang akan kita bahas bukanlah nama warung internet. Tapi makanan yang biasa disebut kornet.
Pernah makan kornet khan?
Itu tuh.. Daging yang dipadatkan di dalam kaleng dan biasa dijual di supermarket. Cara mengolahnya tergantung selera. Bisa digoreng biasa dan dijadikan lauk - pauk, atau pun sebagai campuran pada masakan lainnya seperti nasi goreng, tumis - tumisan, dan lain sebagainya.
Sebenarnya, dari mana sich terminologi kornet berasal?
Ternyata terminologi kornet berasal dari jenis produk daging yang dikalengkan dan disebut “corned beef“. Bisa menjadi “kornet” bukan karena para orangtua kita yang tidak bisa membaca bahasa inggris. Tapi kurang lebih karena pengaruh orang - orang Belanda yang melafalkan corned beef dengan “kornet bif” (kôrn-net bi:f). Akibatnya, sampai generasi saya pun memakai terminologi kornet.
“Ngga ada lauk nih… Digorengin kornet aja ya…”
Oke, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah… Kenapa corned beef? Kalau memang dagingnya dikalengkan, kenapa tidak menyebutnya canned beef?
Tidak lain dan tidak bukan karena pemrosesannya. Daging yang terkandung di kemasan corned beef telah diasinkan sebelumnya atau proses semacamnya yang saya sendiri tidak begitu paham. Maklum, karena result oriented, yang saya tau hanya memakannya; bukan cara membuatnya. ![]()
Disebut corned karena proses pengasinannya dilakukan dengan butiran - butiran garam yang menyerupai jagung (dalam bahasa inggris: corn)..
Sebagai informasi tambahan, tidak hanya daging saja yang diproses dan dikemas seperti ini. Sosis juga ada dan disebut corned dog…
Semoga informatif… ![]()



